an nahli - 78
Sekadar perkongsian sesama insan untuk takzirah diri. Artikel didalam ini banyak yang di salin dari tempat lain. Sedapat mungkin, saya akan salin sekali penulis yang menulis artikel berkenaan.
Sunday, 5 September 2021
Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim (SYUKUR DAN KUFUR NIKMAT)
Tafsir Al-Qur’an Surah Ibrahim
Surah Makkiyyah; surah ke 14: 52 ayat
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Allah menyelamatkanmu dari (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Rabbmu.’ (QS. 14:6) Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.’ (QS. 14:7) Dan Musa berkata: ‘Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.’ (QS. 14:8)” (Ibrahim: 6-8)
Allah memberitakan tentang Musa tatkala mengingatkan kaumnya tentang hari-hari Allah dan nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka ketika Allah menyelamatkan mereka dari Fir’aun dan para pengikutnya dan dari siksaan serta penghinaan mereka, yaitu dengan membunuh anak-anak laki-laki mereka dan membiarkan anak-anak perempuan mereka hidup. Maka, Allah menyelamatkan mereka dari adzab seperti itu.
Hal ini merupakan nikmat yang besar bagi mereka. Karena itu Allah berfirman: wa fii dzaalikum balaa-um mir rabbikum ‘adhiim (“Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari dari Rabb-mu”) maksudnya merupakan nikmat yang besar yang diberikan Allah kepada kalian, yang kalian tidak dapat mensyukurinya. Ada pendapat lain yang mengatakan, perbuatan-perbuatan pengikut Fir’aun terhadap kalian merupakan “balaa-un” (cobaan) yakni ujian besar bagi kalian. Dan mungkin juga yang dimaksud adalah keduanya. wallaaHu a’lam.
Seperti firman-Nya yang artinya: “Dan Kami coba mereka dengan nikmat [yang baik-baik] dan bencana [yang buruk-buru] agar mereka kembali [kepada kebenaran].” (al-A’raaf: 168)
Dan firman-Nya: wa idz ta-adzdzana rabbukum (“Dan ingatlah tatkala Rabbmu memaklumkan,”) yaitu memberitahukan tentang janji-Nya untuk kalian. Bisa juga artinya, “ingatlah tatkala Rabbmu bersumpah dengan keperkasaan, keagungan dan kebesaran-Nya.
Dan firman-Nya: la in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna ‘adzaabii la syadiid (“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti akan Aku tambahkan nikmat-Ku kepadamu. Dan bila kamu mengingkari [nikmat-Ku], maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih,”) yaitu dengan mengambil kembali nikmat itu dari mereka dan menyiksa mereka atas pengingkaran mereka terhadap nikmat tersebut.
Firman Allah Ta’ala: wa qaala muusaa in takfuruu antum wa man fil ardli jamii’an fa innallaaHa laghaniyyun hamiid (“Dan Musa berkata: ‘Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari [nikmat Allah], maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Mahaterpuji.”) Maksudnya, Allah tidak memerlukan syukur dari hamba-hamba-Nya, dan Dia Mahaterpuji dan dipuji, walaupun orang-orang yang kafir kepada-Nya mengingkari nikmat-Nya, seperti firman-Nya: “Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu.” (QS. Az-Zumar:7)
Disebutkan dalam shahih Muslim, dari Abu Dzar, dari Rasulullah, sebuah hadits qudsi, Allah swt. berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin memiliki takwanya seorang yang paling takwa di antara kalian, maka hal itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin itu memiliki kejahatan (kekafirannya) seorang yang paling jahat (kafir) di antara kalian, maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, kalaupun orang-orang terdahulu sampai terakhir di antara kalian, baik manusia maupun jin itu berdiri pada satu bukit dan mereka memohon kepada-Ku, kemudian Aku beri masing-masing apa yang dimintanya, maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikit pun, melainkan seperti (menguranginya) sebuah jarum, ketika dimasukkan ke dalam laut.” Mahasuci Allah Ta’ala yang Mahakaya lagi Terpuji.
SUMBER :
https://alquranmulia.wordpress.com/2015/09/23/tafsir-ibnu-katsir-surah-ibrahim-ayat-6-8/
Tuesday, 31 August 2021
Saturday, 21 August 2021
BERDOALAH KEPADA ALLAH HATTA PERKARA YANG REMEH
AL-KAFI #1308: BOLEHKAH BERDOA PERKARA REMEH KEPADA ALLAH SWT?
Soalan:
Apakah hukumnya jika saya sering berdoa dan meminta perkara-perkara yang remeh-temeh kepada Allah SWT? Contohnya agar diberi peluang makan di restoran yang bagus, atau supaya lampu isyarat merah cepat-cepat bertukar kepada lampu hijau. Jazakallah khair.
Jawapan:
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam, selawat serta salam ke atas junjungan teragung Nabi Muhammad SAW dan ke atas ahli keluarga serta mereka yang mengikuti jejak langkah Baginda hingga ke Hari Kiamat.
Firman Allah SWT:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Maksudnya: Dan Tuhan kamu berfirman: "Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu.
Surah Ghafir (60)
Ayat ini merupakan jaminan daripada Allah SWT, bahawa Dia akan mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya yang berdoa.
Doa perkara kecil dan remeh?
Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda:
لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ حَتَّى يَسْأَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ
Maksudnya: Hendaklah kalian berdoa dan meminta kepada Allah SWT segala hajatnya, hatta jika ingin meminta garam atau tali kasutnya apabila ia terputus.
Jami’ Tirmizi (3604)
Menurut Syeikh al-Mubarakfuri sewaktu mensyarahkan hadith ini menyatakan bahawa milik Allah lah seluruh khazanah kekayaan, dan tiada Pemberi selain-Nya; maka mintalah apa sahaja dari-Nya hatta perkara-perkara yang ringan, kecil dan remeh. Sesungguhnya jika Allah SWT tidak memudahkan suatu urusan, nescaya ia tidak akan menjadi mudah untuk kita mendapatkannya. (Rujuk Tuhfah al-Ahwazi bi Syarh Jami al-Tirmizi, 10/52)
Hakikatnya, segala apa yang kita perolehi di dunia ini datangnya daripada Allah SWT. Dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ
Maksudnya: Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan, kecuali orang yang Aku berikan makan. Maka mintalah makan kepadaku, niscaya aku akan berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian, Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan aku berikan.
Sahih Muslim (2577).
Menurut Imam Ibn Rejab al-Hanbali, hadith ini menjadi dalil bahawa Allah SWT suka akan hamba-Nya yang meminta daripada-Nya segala permintaan yang berkaitan dengan maslahah ukhrawi dan duniawi, sama ada makanan, minuman, pakaian dan lain-lainya, sebagaimana dia berdoa supaya dikurniakan hidayah dan petunjuk. Kerana itu, sewaktu berdoa, kita sebenarnya sedang menzahirkan rasa kebergantungan dan betapa perlunya kita kepada Allah SWT. (Rujuk Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, 2/38)
Perhatikan juga pesanan Rasulullah SAW kepada Ibn ‘Abbas R.Anhuma:
إذا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ
Maksudnya: Apabila kamu meminta, mintalah pada Allah, dan apabila kamu meminta pertolongan, mintalah dengan Allah. Ketahuilah, jika suatu kumpulan manusia berpakat untuk memberikan kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikan apa-apa melainkan apa yang ditulis oleh Allah SWT untukmu. Dan jika mereka berpakat untuk mengenakan keburukan kepadamu, mereka tidak akan mampu menimpakan apa-apa melainkan apa yang telah Allah tuliskan ke atas mu.
Jami’ Tirmizi (2516)
Allah SWT juga berfirman:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ
Maksudnya: Allah jualah yang mencipta kamu; kemudian Ia memberi rezeki kepada kamu; sesudah itu Ia mematikan kamu;
Surah al-Rum (40)
Memandangkan Allah SWT lah yang mencipta dan memberikan rezeki, maka kepada siapa lagi yang berhak untuk kita meminta segala hajat dan keperluan?
Kesimpulan
Tuntasnya, meminta dan berdoa perkara-perkara yang kecil dan remeh kepada Allah SWT bukan setakat dibolehkan, bahkan ia sebenarnya satu anjuran yang dipesan oleh Nabi SAW kepada umat Baginda.
Permintaan kita kepada Allah SWT hatta dalam sekecil-kecil perkara juga menunjukkan betapa tingginya pergantungan kita kepada-Nya. Ini menunjukkan bahawa sebagai hamba, kita sebenarnya tidak akan pernah mampu berlepas diri daripada Allah hatta sesaat, dan kita akan sentiasa memerlukan pertolongan dan ‘inayah dari-Nya.
Renungilah firman Allah SWT:
كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ ﴿٦﴾ أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ ﴿٧﴾ إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ ﴿٨﴾
Maksudnya: Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya), (6) Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya. (7) (Ingatlah) sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali (untuk menerima balasan).
Surah al-‘Alaq (6-8)
Ayat ini memberi peringatan agar tidak sesekali merasa cukup daripada berdoa dan meminta kepada Allah SWT, kerana akhirnya, kepada Allah jualah kembalinya segala perkara dan urusan.
Wallahu a’lam.
Sunday, 8 August 2021
Saturday, 7 August 2021
Tuesday, 3 August 2021
Sila viral ini:
* Perutusan Dr Lim Boon Leong, Ketua Covid Care, Hospital Selayang *
Hai kawan-kawan, bolehkah saya memberi anda semua gambaran tentang apa yang berlaku di lapangan dengan keadaan kita yang sopan. Pertama saya ingin semua sedar betapa seriusnya perkara itu dan ancamannya sangat nyata bahawa keadaan akan bertambah buruk sekurang-kurangnya pada bulan berikutnya atau lebih. Varian Delta sangat jelas berlaku dan kami telah melihat orang-orang muda jatuh sakit. Saya mempunyai pesakit berusia 30-40 thn mati di wad saya. Jadi keremajaan tidak ada jaminan anda akan selamat dan selain itu bagi kami yang berusia 50 tahun tidak lagi dianggap muda. Sebilangan besar pesakit muda ini tidak menghidap diabetes atau penyakit lain tetapi apa yang kita lihat adalah obesiti dan diet yang tidak sihat. Oleh itu, penting untuk kekal cergas dan makan dengan sihat.
Kedua, hospital-hospital kita tidak dapat dilupakan sehingga terdapat banyak kes di dept kecemasan dan memerlukan beberapa hari untuk mendapatkan katil hospital. Saya diberitahu walaupun di hospital swasta tidak ada tempat sehingga wang tidak dapat membeli tempat. Saya rasa di sinilah anda perlu berhati-hati untuk menjauhkan diri dari situasi berbahaya. Jauhi orang ramai dan jangan berinteraksi dengan sesiapa sahaja tanpa topeng dan penutup muka. Sekiranya anda mengecewakan dan membuka topeng anda untuk minum atau makan dengan rakan yang berisiko tinggi.
Delta jauh lebih mudah menular dan bahkan boleh menyebarkan udara. Jadi penghawa dingin pusat tidak bagus dan tingkap terbuka untuk pengudaraan pejabat lebih selamat.
Vaksinasi sangat penting tetapi tidak ada jaminan anda akan selamat. Saya baru sahaja melancarkan seorang lelaki 55 tahun setelah menyelesaikan 2 dos dan saya tidak fikir dia akan berjaya. Kami tidak tahu dengan tepat seberapa baik vaksin membantu terhadap variannya. Tetapi mereka membantu sehingga terus mendorong vaksinasi. Semua mereka yang telah meninggal di wad saya tidak diberi vaksin.
Lelaki yang sebenarnya anda tidak mahu mendapatkannya. Orang biasa mati tidak masuk akal dan ceritanya selalu mengatakan bahawa mereka tidak menyangka akan sangat buruk atau mereka tidak menyangka ia akan melibatkan rakan atau keluarga mereka. Seluruh keluarga dihapuskan dan anak-anak dibiarkan menjadi yatim piatu. Ini adalah dari sudut yang saya lihat di satu wad dari 20 di hospital saya.
Mengatakan "tetap selamat" adalah seperti tagline hari ini tetapi omong kosong jika orang tidak benar-benar memandang serius perkara.
Oleh itu, selamatlah dengan:
1. Vaksinasi sepenuhnya
2. Pakai topeng dengan bersungguh-sungguh dan gandakannya jika anda boleh dengan topeng kain di luar sehingga sesuai.
3. Pakai penutup muka juga di tempat awam
4. Jangan keluar jika anda tidak perlu dan jika anda menziarahi orang tua, anggap anda mungkin berjangkit dan membuat anda tetap awet.
5. Tiada interaksi sosial di tempat kerja. Beritahu rakan sekerja untuk menjaga jarak dan sedar betapa berbahayanya membuka topeng anda di hadapan sesiapa sahaja terutama untuk makan.
6. Tetap cergas, jaga berat badan yang sihat dan cukup tidur. Kekal terhidrasi dengan baik.
Ini adalah pandangan peribadi saya, saya hanya berkongsi dengan anda kerana saya harap anda semua dan keluarga anda kekal sihat. Saya benci ada di antara anda yang berada di wad saya.
Tuhan memberkati kita dan melindungi kita semua🙏
Dr Lim Boon Leong, ketua penjagaan Covid di Hospital Selayang.

